Pergi ke negeri seberang

Embacang tidak mempunyai mata dan telinga, tetapi ia bisa berbicara, melihat, dan mendengar. itulah kebasaran tuhan. Setelah si embacang tumbuh dewasa, ia meminta izin kepada orang tuanya untuk merantau. Namun, orangtuanya melarang si embacang pergi. Mereka berpikir, bagaimana mungkin embacang bisa hidup sendiri di negeri orang sedangkan ia tidak bisa apa apa.

Tekad si Embacang sudah bulat, ia tetap ngotot dan merengek kepada orang tuanya untuk pergi kesana. Akhirnya, orang tuanya mengizinkannya untuk pergi. Di sana ia membuat kapal besar untuk pulang kerumahnya. Dan dia diana berladang untuk kebutuhan sehari harinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar