Sang istri merasa terpukul dengan kejadian itu. Namun, ketika ia melihat embacang itu tergolek di sisinya, naruli keibuanya bangkit. Kini, ia adalah seorang ibu dan ia harus menerima keadaan bayinya. Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang ia merawat si embacang.
Hari demi hari terus berlalu. Si Embacang semakin bertambah besar, walau ia tidak pernah makan karena tidak mempunyai mulut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar